Roobois (atau teh merah) bukan hanya minuman. Ini adalah sebuah filosofi, yang datang dari Afrika Selatan. Dia disayangkan, disenang, digunakan dalam kuliner dan bahkan dalam kosmetologi. Tetapi apa yang membuat teh ini khusus? Mengapa ia populer jauh di luar benua? Dan apakah ia dapat digunakan dalam roti, deserts dan sos? Biarlah kita mengejarinya.
Roobois (Aspalathus linearis) adalah pohon semak yang tumbuh hanya di satu tempat di Bumi: Provinsi Wes-Kaap di Afrika Selatan, di kawasan Sederberg. Dia tidak berhubungan dengan pohon teh (Camellia sinensis), yang digunakan untuk membuat teh hitam dan teh hijau. Jadi roobois lebih baik disebut minuman herbal bukannya teh. Daun dan dahan-dahannya fermente, dan dalam proses mereka mendapatkan warna kemerah-merahan dan rasa manis, seperti kacang.
Fitur utama rooibos adalah tak berkofein. Jadi dia dapat disayangkan kapan saja dalam sehari, bahkan sebelum tidur. Dia tidak membangun, melainkan lebih sering merelaxasi dan menyenangi. Ini adalah salah satu alasan mengapa ia disukai di seluruh dunia.
Roobois bukan hanya minuman. Dia semakin sering digunakan dalam kuliner, dan bukan hanya sebagai pengarom. Rasa manis dan seperti kayu yang ringan dari rooibos sangat cocok dengan buah-buah, coklat, kacang dan bahkan daging. Berikut adalah beberapa contoh:
Roobois dapat ditambahkan ke krim, mousse, pudding dan sos. Dia sering digunakan untuk memerikan biskuit, karena ia memberikan nuansa karamel lembut. Di Italia, misalnya, roobois ditambahkan ke panna cotta dan tiramisu. Di Swedia, ia digunakan dalam roti — ditambahkan ke adonan kue dan kue, untuk memberikan rasa nutmeg yang ringan.
Salah satu cara paling mudah adalah menggunakan roobois sebagai gantinya air atau susu saat mempersiapkan pudding dan nasi. Desert seperti ini akan mendapatkan rasa yang harum dan unik.
Buah rooibos dapat ditambahkan ke adonan roti, kue dan muffin. Ini memberikan roti warna karamel dan warna yang indah. Terutama, rooibos cocok dengan coklat dan buah kering. Misalnya, di roti dengan fig dan kacang pinus, rooibos menambahkan kedalaman rasa.
Beberapa koki bahkan menggunakan rooibos untuk membuat glaze. Untuk hal ini, mereka meninfus rooibos yang kuat, campur dengan serupa gula dan asam limun — menghasilkan glaze yang lembut dan harum untuk kue dan cupcake.
Terdengar mengejutkan, tetapi rooibos sangat cocok dengan daging. Dia digunakan untuk marinate, terutama untuk babi dan ayam. Rooibos memberikan daging warna manis dan seperti asap. Di Afrika Selatan, rooibos kadang-kadang ditambahkan ke sos untuk game dan daging digoreng.
Juga, rooibos digunakan sebagai dasar untuk sos: ia dicampur dengan pasteurized tomat, bawang putih dan spesies, dan menghasilkan sos yang kaya untuk barbecue.
Roobois sangat mudah untuk mempersiapkan. Biasanya, gunakan 1–2 sendok teh untuk setiap gelas dan masukkan ke air mendidih (95–100°C). Mempersiapkan 5–7 menit. Semakin lama ia beristirahat, semakin kaya rasa. Rooibos tidak asam, bahkan jika dilewatkan. Dia dapat disayangkan panas atau dingin — dengan es, jeruk, gula atau mint.
Dalam Afrika Selatan, rooibos sering disayangkan dengan susu dan gula, seperti teh tradisional. Di Eropa, ia sering disayangkan hitam, dengan sendok gula atau potong jeruk. Pada musim panas, mereka membuat lemonade dan koktail yang segar dari rooibos.
Roobois bukan hanya minuman. Ini bagian dari budaya Afrika Selatan yang mengejutkan dunia dengan rasa, kebaikan dan universalitasnya. Dia dapat disayangkan panas dan dingin, ditambahkan ke roti dan bahkan makanan daging. Dia berfaedah bagi kulit, jantung, sistem saraf dan pencernaan. Dan ia tidak mengandung kofein, jadi dia dapat disayangkan tanpa batasan.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of Asia ® All rights reserved.
2024-2026, ELIB.ASIA is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving Asia's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2