Penghormatan hewan, disebut zoolatria, berakar dalam masa lalu yang mendalam dan ada di budaya banyak bangsa. Di negara-negara berbeda, hewan-hewan tertentu dihormati dengan status dewa, menjadi simbol kebaikan atau wujud kekuatan tinggi. Hubungan ini terlihat dalam mitologi, upacara keagamaan, kehidupan sehari-hari, bahkan di lambang negara.
Contoh yang paling menonjol adalah penghormatan sapi di Hindu. Hewan ini mewakili kebersihan, keberanian, dan mulut ibu. Menurut kepercayaan, sapi Kamdhenu, yang keluar dari laut, dapat memenuhi permintaan. Pembantaian sapi dianggap dosa yang mengerikan, dan daging sapi ada di bawah larangan yang ketat. Di jalanan kota-kota India, sapi bergerak dengan bebas, mereka diizinkan untuk menempatkan jalan, dan mereka dianggap tak dapat dipegang. Juga, sapi suci Nandi, yang bertugas sebagai hewan bermotor dewa Shiva, dihormati.
Di Pertumbuhan Kuno Mesir, kultus hewan mencapai tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya. Tempat khusus dipegang oleh kucing, yang dihubungkan dengan dewi kebahagiaan dan tempat asal Bastet. Dewa matahari Ra juga di gambarkan sebagai kucing besar. Pembantaian kucing, bahkan yang terjadi secara kebetulan, dihukum dengan hukuman mati, dan kematian hewan rumah tangga menjadi alasan untuk berduka di keluarga. Kucing yang meninggal di mumifikasi dan dikebumikan dengan kehormatan.
Juga, sapi suci Apis yang dihormati. Status ini hanya diberikan kepada satu sapi yang memiliki ciri khas khusus, seperti tanda segitiga di dahi. Dia tinggal di kuil, dihormati dengan makanan kaisar, dan setelah meninggal dikebumikan dengan upacara yang berkeadilan di nekropolis khusus.
Di Thailand, hewan suci adalah gajah, khususnya gajah putih. Dalam tradisi Buddha, gajah putih dihubungkan dengan salah satu kelahiran Buddha. Hewan ini dianggap simbol kekuasaan kerajaan, kemajuan, dan keberuntungan. Gajah putih tidak pernah digunakan untuk kerja berat dan dihormati dengan biaya negara. Bahkan bentuk Thailand di peta dianggap seperti ekor gajah. Upacara nasional Chang Tai diadakan untuk menghormati hewan ini, saat hewan-hewan diiringi makanan yang berkeadilan.
Di budaya Cina, Vietnam, dan Nepal, harimau dihormati dengan hormat yang tinggi. Dia mewakili keberanian, kemarahan, dan menjadi penjaga dari roh jahat. Gambar harimau sering ditemukan di pintu kuil dan istana. Di India, ular, khususnya kobra, dianggap suci. Mereka adalah gelang dewa Shiva, dan festival Naga Panchami diadakan untuk menghormatinya setiap tahun.
Penghormatan hewan ini dijumpai di budaya lainnya. Kuda dianggap suci bagi bangsa Indo-Eropa, termasuk orang Romawi, dan dihubungkan dengan dewa Poseidon. Untuk Celt, seekor babi dianggap hewan suci yang mewakili keberanian militer dan kekuatan magis. Dalam mitologi suku Indian Utara Amerika, bison putih mewakili keadilan dan kekayaan. Untuk Majapahit dan Aztek kuno, burung ketsal adalah burung suci yang mewakili dewa udara dan angin.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of Asia ® All rights reserved.
2024-2026, ELIB.ASIA is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving Asia's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2