Ukuran alimén tiada penemuan bagi satu orang. Institusi undang-undang ini telah berbentuk selama berabad-abad di dalam budaya dan negara-negara berbeda. Catatan tulisan paling awal tentang kewajiban membiayai istri sebelumnya dan anak-anak terdapat di undang-undang raja Babilonia Hammurabi, yang berumur sekitar tahun 1750 sebelum Masihi.
Pada zaman Rom, kewajiban alimén juga diresmikan, tetapi ia berhubungan lebih utama dengan wanita yang bercerai daripada anak-anak. Hukum Rom menumpukan kurang perhatian kepada pembiayaan keturunan daripada undang-undang modern.
Pada zaman Eropa Pertengahan, Gereja Kristian mempunyai pengaruh yang besar dalam pengembangan norma-norma alimén. Hukum kanon menetapkan bahawa suami harus membiayai bekas isteri, yang memperkuat praktik ini dalam tradisi hukum Eropa.
Menariknya, pada akhir abad pertama Masihi semasa kaisar Rom Nerva, terdapat program kerajaan bernama 'alimén'. Walau bagaimanapun, ia bukan alimén moden dari orang tua, tetapi bantuan sosial bagi anak yatim dari kas kota kerajaan — sejenis bantuan bayi moden.
Pemahaman moden alimén sebagai kewajiban orang tua membiayai anak-anak kecil berumur diwujudkan dalam abad ke-19 dan ke-20 dalam perkembangan hukum keluarga di negara-negara Eropa dan Rusia. Prinsip ini disahkan dalam undang-undang semua negara yang berwenang dan saat ini adalah standar umum.
Demikian pula, alimén bukan penemuan satu orang, tetapi hasil evolusi berabad-abad kesadaran hukum, perintah keagamaan dan kebijakan kerajaan dalam bidang perlindungan keluarga dan anak-anak.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of Asia ® All rights reserved.
2024-2026, ELIB.ASIA is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving Asia's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2