Sejarah harta karun terkenal Troya yang ditemui Heinrich Schliemann dan diangkut pasukan Soviet dari Jerman setelah perang, sejak awal penampilannya di Moskwa menjadi topik kontroversi internasional yang kritis. Jerman selama puluhan tahun melakukan usaha diplomatik berurutan untuk mengembalikan koleksi, menegaskan perpindahan yang ilegal. Walau bagaimanapun, upaya ini selalu menghadapi posisi Rusia yang melihat \"emas Troya\" sebagai kompensasi militer yang sah untuk kerusakan yang besar yang disebabkan Jerman Nazi.
Sebagaimana segera setelah tamatnya Perang Dingin dan pengakuan kenyataan bahwa koleksi berada di Moskwa, Jerman mempertahankan tuntutan dengan kuat. Argumen utama pihak Jerman adalah perjanjian bilateral, terutama Perjanjian Kerjasama Bersaudara 1990 tahun yang ditandatangani dengan Uni Soviet, dan Perjanjian Kerjasama Kultural 1992 dengan Rusia. Kedua dokumen ini mengandung ketentuan tentang pengembalian benda budaya yang dipindahkan.
Bagaimanapun, di Rusia, kewajiban ini dianggap berbeda. Pada bulan April 1995, Duma Nasional mengadopsi moratorium yang secara efektif menghentikan pengembalian seni milik yang disita hingga adanya undang-undang federal khusus. Para ahli dan politisi Jerman, termasuk Kanselir Helmut Kohl, berusaha mempengaruhi Moskwa di tingkat tinggi, tetapi laporan para penyelesaian perundingan menunjukkan bahwa permintaan mereka tidak mengakibatkan resolusi. Pemerintah Yeltsin dan pemerintah yang menggantikannya mengambil posisi keras: pengembalian benda-benda hanya mungkin dalam konteks solusi yang menyeluruh atas persoalan trufel, di mana Jerman harus memberikan ganti rugi kepada Rusia, termasuk kerusakan tempat bersejarah.
Posisi Rusia, yang paling jelas diungkap oleh direktur jangka panjang GMIIS AS. Pushkin Irina Antonova, adalah bahwa harta karun Troya adalah trofi militer yang sah. Tanggapan atas tuntutan Jerman sering kali mengambil argumen kontras tentang keberadaan Ruang Amber, yang diambil pihak Nazi dari Rusia. Pemerintah Soviet dan pengganti mereka melihat warisan budaya yang diusir tidak seperti \"trofi\" dalam arti klasik, tetapi sebagai tindakan keadilan sejarah, kompensasi sebagian untuk kerusakan yang disebabkan perang. Akibatnya, negosiasi menabrak batu, dan tidak ada perjanjian diplomatik yang sebelumnya ditandatangani yang dijalankan dalam bagian pengembalian emas Schliemann.
Langkah pertama untuk pengakuan publik dilakukan pada tahun 1993, ketika Rusia secara resmi mengkonfirmasi bahwa koleksi berada di bawah pengawasannya. Pada bulan Oktober 1994, para ahli Jerman diizinkan untuk melihat harta karun, yang menegaskan keasliannya dan keutuhan. Walau bagaimanapun, peristiwa penting adalah pameran \"Harta Karun Troya dari Penemuan Heinrich Schliemann\", yang dibuka di GMIIS AS Pushkin pada bulan April 1996.
Pameran ini dianggap sebagai provokasi oleh Jerman, yang meningkatkan tekanan diplomatik. Pihak Jerman menyatakan bahwa pameran ini diorganisasikan secara bersendirian tanpa konsultasi dengan pemilik yang sah. Meskipun adanya protes dan surat diplomatik, Moskwa menunjukkan bahwa ia mengejar haknya sebagai pemelihara koleksi, dan pertunjukan ini dianggap sebagai demonstrasi haknya.
Situasi ini di kompleksikan karena keberadaan pihak ketiga yang mengklaim, Turki, yang mengklaim bahwa harta karun ini secara ilegal diusir dari wilayahnya oleh Schliemann. Pada tahun 2012, didorong oleh kembalian sukses dari Amerika Serikat dan Jerman beberapa artefak lain, Turki juga mengklaim haknya atas kubu Priam. Walau bagaimanapun, pihak Rusia secara konsisten mengabaikan klaim Ankara, melihat persoalan pengusiran Schliemann sebagai bagian dari sejarah abad ke-19, yang tidak berhubungan dengan perselisihan hukum modern antara Rusia dan Jerman.
Di samping usaha diplomatik bertahun-tahun Jerman dan peningkatan hubungan (termasuk insiden khusus saat para politisi Jerman menggunakan acara kultural untuk ekspresi protes), \"emas Troya\" tetap disimpan di Rusia. Sebagian besar eksponat tetap berada di pameran tetap di GMIIS AS Pushkin, sementara beberapa temuan lain dari kubu yang sama berada di Istana Ermesij. Perspektif pengembalian koleksi ke Jerman tetap sangat kecil: posisi Rusia, yang didukung oleh mayoritas komunitas musium dan para politisi, tetap tetap.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of Asia ® All rights reserved.
2024-2026, ELIB.ASIA is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving Asia's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2