23 Juli. Tanggal yang tak semua tahu, tetapi yang berhubungan dengan setiap orang yang bernapas udara di bumi ini. Hari Kebudayaan Kite dan Delfin bukan hanya alasan untuk menikmati gambar yang indah di media sosial. Ini ingatan tentang hal bahwa giganta laut dan saudara kecil mereka masih berada di garis kehidupan, dan bahwa budaya kita terus meniru seperti masalah itu tak berhubungan dengan kami. Kite dan delfin bukan hanya hewan. Mereka adalah indikator keadaan bumi seluruhnya. Dan jika kami tak mendengar mereka hari ini, besok mereka mungkin akan diam selamanya.
Hari Kebudayaan Kite dan Delfin didirikan pada tahun 1986, ketika Komisi Penangkapan Kite Internasional mengatur moratorium atas penangkapan komersial kite. Ini adalah langkah besar yang menghentikan pemusnahan spesies yang hampir punah. Inisiatif ini berasal dari para ekolog, pencegah hewan, dan para ilmuwan yang bertahun-tahun berusaha membuktikan bahwa kite bukan hanya sumber, tetapi makhluk yang berpikir yang memainkan peran kunci dalam ekosistem laut. Sejak itu, pesta ini diadakan setiap tahun untuk mengingatkan tentang kebutuhan untuk melindungi mamalia laut.
Bagaimanapun, moratorium ini tak menghentikan pembunuhan sepenuhnya. Beberapa negara, seperti Jepang, Islandia, dan Norwegia, terus melakukan penangkapan kite di bawah nama «penelitian ilmiah» atau dalam rangka adat istiadat. Dan saat ini, hampir 40 tahun setelah penetapan larangan, masalah ini tetap parah. Kite tak berhenti meninggal disebabkan garpu, tetapi ditambah dengan ancaman baru yang kami sendiri buat.
Jika di abad lalu musuh utama kite adalah penangkapan kite, maka saat ini ini adalah suara manusia, polusi plastik, dan perkapalan. Laut menjadi terlalu keras. Sona dari kapal militer, penelitian seismik, dan suara dari propeler ribuan kapal memusnahkan sistem ekolokasi yang digunakan kite dan delfin untuk mengejar dan berkomunikasi. Mereka kehilangan orientasi, keluar ke pantai, dan tak mendengar satu sama lain. Ini bukan hanya gangguan — ini desorientasi massal yang mengakibatkan kematian.
Ungkapan kedua adalah plastik. Kita sudah membicarakan tentang hal ini, tetapi ulang: kite sering mengambil paket sebagai medusa, dan mikroplastik menumpuk di tubuh mereka, menyebabkan penyakit, kelaparan, dan keracunan. Pada tahun 2023, di Filipina ditemukan kite mati dengan 40 kg plastik di perutnya. Ini bukan kasus tunggal — ini sistem di mana kami semua berbagi tanggung jawab.
Ungkapan ketiga adalah kapal. Kite besar tak mampu untuk menghindari kapal tangki dan kapal kontainer, terutama di selat yang sempit. Tabrakan sering tak diingat, tetapi setiap tahun ribuan hewan tewas disebabkan tabrakan ini.
Kite adalah «insinyur ekosistem». Mereka mengacak air laut, menarik gizi dari kedalaman ke permukaan, yang berkontribusi terhadap pertumbuhan fitoplankton yang memproduksi setengah oksigen di bumi. Pemusnahan kite bukan hanya kehilangan spesies, tetapi kerusakan keseimbangan iklim. Delfin adalah indikator kesehatan air pantai. Tempat di mana mereka menghilang, mulai terjadi bencana ekologis.
Ada pula aspek psikologis. Kite dan delfin adalah salah satu dari sedikit hewan yang dapat menyebabkan rasa kagum dan empati pada manusia. Mereka cerdas, sosial, dan mampu melakukan ritual yang kompleks. Penderitaan mereka memicu rasa sakit di hati kami, dan rasa sakit ini adalah yang dapat mengubah kami. Selama kami masih mampu merasakan, ada harapan.
Hari Kebudayaan Kite dan Delfin bukan tentang pengamatan pasif. Ini tentang aksi. Kita dapat menolak plastik sekali pakai supaya tak masuk ke laut. Kita dapat mendukung organisasi yang berperjuangan melawan polusi suara dan menciptakan kawasan terlarang laut. Kita dapat meminta pemerintah untuk memperketat peraturan perkapalan di daerah tempat kite berhabitat. Kita dapat memilih ikan yang diambil tanpa merusak delfin. Dan kita dapat berbicara tentang hal ini dengan orang lain.
Relevansi hari ini tak berkurang, tetapi semakin bertambah. Karena setiap tahun membawa ancaman baru: perubahan iklim, pencahayaan es, dan pengenceran laut. Kite dan delfin bukan hanya makhluk yang indah dari film dokumenter. Mereka adalah tetangga kami di bumi, dan keberadaan mereka mempengaruhi kesehatan kami sendiri. Dan sampai kami tak belajar mendengar mereka, kami tak belajar mendengar diri sendiri.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of Asia ® All rights reserved.
2024-2026, ELIB.ASIA is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving Asia's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2