Banyuning péranganing kapan genetik putih putih bakal kencing akir-akir waktu nggaduhin pikiran. Dalam lingkungan ilmu pengetahuan populer dan media, ada kepercayaan bahwa fenotip ini hancurkan kekeringan di masa mendatang. Tetapi jadwal pasti, terutama dalam konteks kontinent, tak ada, dan prastawa itu didirikan atas berita, bukan penelitian yang serius.
Paling pamitang tanggal adalah taun 2022. Menurut cerita ini, genetik putih putih terakhir akan kelahiran di waktu itu, kemungkinan di Finlandia. Prastawa ini muncul di awal taun 2000 dan disebutkan atas penelitian Organisasi Kesehatan Dunia. Tetapi kemudian ternyata WHO tak melaksanakan dan menerbitkan penelitian seperti itu. Mungkin informasi ini diambil dari majalah wanita Jerman yang mengutip antropolog yang tak ada di WHO.
Masyarakat ilmiah menganggap prastawa tentang kenaikan genetik putih putih dengan kecurigaan besar. Argumen kunci adalah genetika. Rambut putih adalah gen yang menurun. Ini berarti ia dapat \"sembunyikan diri\" di genom dan tak muncul eksternal selama berbagai generasi, tetapi dapat muncul kembali dengan kombinasi gen yang spesifik.
Genetis menekankan bahwa gen tak menghilang sendiri. Ia dapat menghilang要么 disebabkan kebetulan, atau jika pemiliknya memberikan keunggulan evolusioner yang serius, yang genetik putih putih tak punya.
Genetik putih putih adalah gejala rasial yang hanya ada di bangsa Eropa. Ia terdapat sebagian besar di Eropa Utara — di Spanyol, negara Teluk Laut, Inggris, Utara Perancis, Jerman, dan Baltik. Distribusi genetik putih putih tak seimbang: misalnya, di Jerman, persentase ini menurun dari utara ke selatan.
Berdasarkan data yang lebih baru, persentase genetik putih putih berbeda bahkan di dalam Eropa: di Belanda, mereka berjumlah 71 persen dari populasi, di Perancis hanya 12 persen. Luar Eropa, hanya ada kelompok kecil dengan gejala genetik putih putih, seperti di Afrika Utara atau Asia Tengah.
Walaupun tak boleh disebut penumpasan, persentase genetik putih putih di populasi dunia sebenarnya menurun. Jika selama lima puluh tahun terakhir, jumlah genetik putih putih menurun dari 49 sampai 14 persen dari populasi global, ini berhubungan bukan dengan \"kekeringan\" gen, tetapi dengan proses demografis.
Alasan utama adalah pertumbuhan populasi yang tinggi di daerah yang dominasi warna rambut gelap. Sementara itu, di negara \"rambut putih\" di Eropa, tingkat lahiran sangat rendah. Demikian, gen putih putih secara statistis \"ditembus\" di populasi rambut gelap di seluruh dunia, tetapi tetap ada di fondasi genetik.
New publications: |
Popular with readers: |
News from other countries: |
![]() |
Editorial Contacts |
About · News · For Advertisers |
Digital Library of Asia ® All rights reserved.
2024-2026, ELIB.ASIA is a part of Libmonster, international library network (open map) Preserving Asia's heritage |
US-Great Britain
Sweden
Serbia
Russia
Belarus
Ukraine
Kazakhstan
Moldova
Tajikistan
Estonia
Russia-2
Belarus-2